Bagi generasi milenial atau awam yang belum
mengenal secara mendalam, Partai Bulan Bintang atau PBB hanya dikenal dengan persepsi
partai Islam dan Yusril. Untuk itulah saya mencoba menulis
singkat tentang Partai Bulan Bintang dengan harapan semua anak bangsa yang membaca ini dapat lebih mengenal dan
memahami PBB, tentu berbeda dengan generasi yang lebih tua yang cukup mengenal
sejarah PBB atau Msyumi. Partai PBB adalah rumah besar dimana saya; Sony
Shrie Ramawijaya sebagai salah satu kader partai mencalonkan diri
sebagai caleg DPR RI Jawa Tengah Dapil
6 periode 2019 – 2024.
![]() |
| Sang Guru Muhammad Natsir dan Muridnya : Yuzril Ihza Mahendra |
Partai Bulan Bintang adalah sebuah partai politik Indonesia berasaskan
Islam dan cukup dikenal sebagai partai penerus
Masyumi, partai yang pernah berjaya pada masa Orde Lama. Partai Bulan
Bintang didirikan pada 17 Juli 1998,
di Jakarta, sementara deklarasinya diadakan pada hari Jumat Tanggal 26
Juli 1998 di halaman Masjid Al-Azhar Kemayoran Baru, Jakarta.
PBB didirikan dan didukung oleh ormas-ormas Islam tingkat Nasional yaitu : (1) Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia
– DDII, (2) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia – ICMI, (3) Badan
Koordinasi dan Silaturahmi Pondok Pesantren Indonesia – BKSPPI, (4) Forum
Ukhuwah Islamiyah – FUI, (5) Forum Silaturahmi Ulama, (6) Habaib dan
Tokoh Masyarakat – FSUHTM, (7) Persatuan Islam – PERSIS, (8)
Partai Serikat Islam Indonesia – PSII, (9) Persatuan Umat Islam –
PUI, (10) Perti, (11) Al-Irsyad, (12) Komite untuk
Solidaritas Dunia Islam – KISDI, (13) Persatuan Pekerja Muslim Indonesia
– PPMI, (14) Lembaga Hikmah Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia –
HMI, (15) Pelajar Islam Indonesia – PII, (16) Gerakan Pemuda Islam
– GPI, (17) Keluarga Besar – PII, (18) Keluarga Besar – GPI,
(19) Hidayatullah, (20) Asyafiiyah, (21) Badan Koordinasi Pemuda
& Remaja Masjid Indonesia – BKPRMI, (22) Badan Koordinasi
Muballigh Indonesia – Bakomubin, (23) Wanita Islam – WI, (24)
Ikatan Keluarga Masjid Indonesia – IKMI, (25) Ittihadul Mubalighin,
(26) Forum Antar Kampus dan Lembaga Penelitian Pengkajian Islam – LPPI.
Berbagai ormas ini bergabung didalam Badan
Koordinasi Umat Islam (BKUI) yang didirikan pada tanggal 12 Mei 1998.
BKUI merupakan pelanjut dari Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) yang didirikan pada
tanggal 1 Agustus 1989 oleh Pemimpin Partai Masyumi yaitu DR.H. Mohammad Natsir, Prof.DR.HM. Rasyidi, KH. Maskur, KH. Rusli Abdul
Wahid, KH. Noer Ali, DR. Anwar Harjono, H. Yunan Nasution, KH. Hasan Basri
dan lain-lain.
Pada awal berdirinya PBB diketuai oleh Prof.DR.
Yusril Ihza Mahendra, SH,MSc, tokoh reformasi yang menjadi arsitek berhentinya Soeharto dari
jabatan Presiden RI ketika reformasi bergulir dan juga sebagai tokoh yang
mempelopori Amandemen Konstitusi Pasca reformasi ditengah tuntutan Federalisme
dari berbagai tokoh reformasi ketika itu dan pernah pula menjadi Menteri Hukum
dan Hak Azasi Manusia dan Menteri Sekretaris Negara. Sedangkan DR. H.MS. Kaban diangkat sebagai
Sekretaris Jendral, tokoh HMI yang sangat disegani dan pernah menjabat sebagai
Menteri Kehutanan yang juga dikenal tanpa kompromi dengan para cukong kayu dan
perambah hutan Indonesia.
Berikutnya DR. H. MS Kaban dipilih sebagai Ketua Umum PBB pada
tanggal 1 Mei 2005 dan Drs.H. Sahar L. Hasan sebagai
Sekjen. Sejak Muktamar ke-3, April 2010, di Medan partai ini telah
menetapkan kembali DR.H.MS Kaban sebagai Ketua Umum dan Prof. Dr. Yusril Ihza
Mahendra, SH., M.Sc. sebagai Ketua Majelis Syuro dan BM Wibowo,SE., MM., mantan Sekretaris Jenderal Organisasi Massa
Islam Hidayatullah, sebagai
Sekretaris Jenderal. Partai Bulan Bintang telah ikut pemilu selama empat kali
yaitu pada Pemilu tahun 1999, 2004, 2009 dan 2014.
Selanjutnya, pada Muktamar ke-IV tertanggal 24-26 April 2015, Kepengurusan
PBB Periode 2015-2020 kembali dinakodai oleh Sang Begawan Hukum Tata Negara
Indonesia, PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA, SH,MSc.
Partai Bulan Bintang
telah ikut pemilu selama empat kali yaitu pada
Pemilu tahun 1999, 2004, 2009 dan 2014.
Pada Pemilu tahun 1999, Partai Bulan Bintang mampu meraih 2.050.000
suara atau sekitar 2% dan meraih 13 kursi DPR RI. Sementara pada Pemilu 2004 memenangkan
suara sebesar 2.970.487 pemilih (2,62%) dan mendapatkan 11 kursi di DPR.
Dalam Pemilihan Umum Anggota Legislatif 2009, PBB memperoleh
suara sekitar 1,8 juta yang serata dengan 1,7% yang berarti belum memenuhi parliamentary
threshold 2,5% sehingga tidak memiliki wakil seorang pun di DPR RI ,
meski di beberapa daerah pemilihan beberapa calon anggota DPR RI yang diajukan
memenuhi persyaratan untuk ditetapkan sebagai Anggota DPR RI. Dalam pemilu
legislatif 2014, PBB meraih suara sebesar 1 sampai 2 persen yang dianggap tidak
lolos bersama PKPI.
PBB yang memperjuangkan syari'at Islam masuk dalam sistem hukum
di Indonesia sebagai icon perjuangannya ini, saat itu memiliki sekitar 400
Anggota DPRD baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten / Kota di seluruh
Indonesia.
Nah, dengan mengetahui sejarah singkat tersebut kiranya pembaca
dan kaum milenial tak akan ragu lagi
untuk memilih PBB dan caleg PBB di seluruh wilayah Indonesia. Selain memiliki
rekam jejak partai Islam yang rahmatan
lil alamiin, partai ini memiliki pemimpin dan tokoh utama dan ulamanya memiliki
track record yang bersih dan mumpuni di berbagai bidang.
Ayo, Milenial Islam pilih PBB !



