Thursday, November 29, 2018

Sejarah singkat PBB; partai berjuta ummat


Bagi generasi milenial atau awam yang belum mengenal secara mendalam, Partai Bulan Bintang atau PBB hanya dikenal dengan persepsi partai Islam dan Yusril. Untuk itulah saya mencoba menulis singkat tentang Partai Bulan Bintang dengan harapan semua anak bangsa yang membaca ini dapat lebih mengenal dan memahami PBB, tentu berbeda dengan generasi yang lebih tua yang cukup mengenal sejarah PBB atau Msyumi. Partai PBB adalah rumah besar dimana saya; Sony Shrie Ramawijaya sebagai salah satu kader partai mencalonkan diri sebagai caleg DPR RI Jawa Tengah Dapil 6 periode 2019 – 2024.

Sang Guru Muhammad Natsir dan Muridnya : Yuzril Ihza Mahendra
Partai Bulan Bintang adalah sebuah partai politik Indonesia berasaskan Islam dan cukup dikenal sebagai partai penerus Masyumi, partai yang pernah berjaya pada masa Orde Lama. Partai Bulan Bintang didirikan pada 17 Juli 1998, di Jakarta, sementara deklarasinya diadakan pada hari Jumat Tanggal 26 Juli 1998 di halaman Masjid Al-Azhar Kemayoran Baru, Jakarta.

PBB didirikan dan didukung oleh ormas-ormas Islam tingkat Nasional yaitu :  (1) Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia – DDII,  (2) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia – ICMI,  (3) Badan Koordinasi dan Silaturahmi Pondok Pesantren Indonesia – BKSPPI,  (4) Forum Ukhuwah Islamiyah – FUI,  (5) Forum Silaturahmi Ulama, (6) Habaib dan Tokoh Masyarakat – FSUHTM,  (7) Persatuan Islam – PERSIS,   (8) Partai Serikat Islam Indonesia – PSII,  (9) Persatuan Umat Islam – PUI,  (10) Perti,  (11) Al-Irsyad,  (12) Komite untuk Solidaritas Dunia Islam – KISDI,  (13) Persatuan Pekerja Muslim Indonesia – PPMI,  (14) Lembaga Hikmah Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia – HMI,  (15) Pelajar Islam Indonesia – PII,  (16) Gerakan Pemuda Islam – GPI,  (17) Keluarga Besar – PII,  (18) Keluarga Besar – GPI,  (19) Hidayatullah,  (20) Asyafiiyah,  (21) Badan Koordinasi Pemuda & Remaja Masjid Indonesia – BKPRMI,  (22) Badan Koordinasi  Muballigh Indonesia – Bakomubin,  (23) Wanita Islam – WI,  (24) Ikatan Keluarga Masjid Indonesia – IKMI,  (25) Ittihadul Mubalighin,  (26) Forum Antar Kampus dan Lembaga Penelitian Pengkajian Islam – LPPI.
Berbagai ormas ini bergabung didalam Badan Koordinasi Umat Islam (BKUI) yang didirikan pada tanggal 12 Mei 1998.  BKUI merupakan pelanjut dari Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) yang didirikan pada tanggal 1 Agustus 1989 oleh Pemimpin Partai Masyumi yaitu DR.H. Mohammad Natsir, Prof.DR.HM. Rasyidi, KH. Maskur, KH. Rusli Abdul Wahid, KH. Noer Ali, DR. Anwar Harjono, H. Yunan Nasution, KH. Hasan Basri dan lain-lain.

Pada awal berdirinya PBB diketuai oleh Prof.DR. Yusril Ihza Mahendra, SH,MSc,  tokoh reformasi yang menjadi arsitek berhentinya Soeharto dari jabatan Presiden RI ketika reformasi bergulir dan juga sebagai tokoh yang mempelopori Amandemen Konstitusi Pasca reformasi ditengah tuntutan Federalisme dari berbagai tokoh reformasi ketika itu dan pernah pula menjadi Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia dan Menteri Sekretaris Negara. Sedangkan DR. H.MS. Kaban diangkat sebagai Sekretaris Jendral, tokoh HMI yang sangat disegani dan pernah menjabat sebagai Menteri Kehutanan yang juga dikenal tanpa kompromi dengan para cukong kayu dan perambah hutan Indonesia. 

Berikutnya DR. H. MS Kaban dipilih sebagai Ketua Umum PBB pada tanggal  1 Mei 2005  dan  Drs.H. Sahar L. Hasan  sebagai Sekjen.  Sejak Muktamar ke-3, April 2010,  di Medan partai ini telah menetapkan kembali DR.H.MS Kaban sebagai Ketua Umum dan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH., M.Sc. sebagai Ketua Majelis Syuro dan  BM Wibowo,SE., MM., mantan Sekretaris Jenderal Organisasi Massa Islam Hidayatullah, sebagai Sekretaris Jenderal. Partai Bulan Bintang telah ikut pemilu selama empat kali yaitu pada Pemilu tahun 1999, 2004, 2009 dan 2014.
Selanjutnya, pada Muktamar ke-IV tertanggal 24-26 April 2015, Kepengurusan PBB Periode 2015-2020 kembali dinakodai oleh Sang Begawan Hukum Tata Negara Indonesia, PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA, SH,MSc.
Partai Bulan Bintang telah ikut pemilu selama empat kali yaitu pada Pemilu tahun 1999, 2004, 2009 dan 2014. Pada Pemilu tahun 1999, Partai Bulan Bintang mampu meraih 2.050.000 suara atau sekitar 2% dan meraih 13 kursi DPR RI. Sementara pada Pemilu 2004 memenangkan suara sebesar 2.970.487 pemilih (2,62%) dan mendapatkan 11 kursi di DPR.
Dalam Pemilihan Umum Anggota Legislatif 2009, PBB memperoleh suara sekitar 1,8 juta yang serata dengan 1,7% yang berarti belum memenuhi parliamentary threshold 2,5% sehingga tidak memiliki wakil seorang pun di DPR RI , meski di beberapa daerah pemilihan beberapa calon anggota DPR RI yang diajukan memenuhi persyaratan untuk ditetapkan sebagai Anggota DPR RI. Dalam pemilu legislatif 2014, PBB meraih suara sebesar 1 sampai 2 persen yang dianggap tidak lolos bersama PKPI.
PBB yang memperjuangkan syari'at Islam masuk dalam sistem hukum di Indonesia sebagai icon perjuangannya ini, saat itu memiliki sekitar 400 Anggota DPRD baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten / Kota di seluruh Indonesia.
Nah, dengan mengetahui sejarah singkat tersebut kiranya pembaca dan kaum milenial tak akan ragu lagi untuk memilih PBB dan caleg PBB di seluruh wilayah Indonesia. Selain memiliki rekam jejak partai Islam yang rahmatan lil alamiin, partai ini memiliki pemimpin dan tokoh utama dan ulamanya memiliki track record yang bersih dan mumpuni di berbagai bidang. 


Ayo, Milenial Islam pilih PBB !


No comments:

Post a Comment